Bahasa :
 depan > riwayat perusahaan > latar belakang

Latar Belakang

Selamat datang di Paramitra Multifinance, perusahaan pembiayaan sepeda motor kami di Indonesia. Saya Kiki Njoo, beserta presiden Direktur kami Ardian Widjaja, saya berkenan untuk memperkenalkan Anda melalui profil perusahaan ini, mengapa kami memilih untuk berkonsentrasi di bisnis pembiayaan konsumen dan bagaimana Anda akan menemukan kepentingan yang sama dengan objektif jangka panjang kami.

Perkenankan saya untuk memperkenalkan Perusahaan kami yang pertama didirikan pada tanggal 24 Agustus 1984 dibawah nama "'PT. Patria Nusa Mulia Leasing Indonesia".

Pada tanggal 8 September 1997 J perusahaan kami berubah nama menjadi PT Paramitra Multifinance (PMF) hingga saat ini.

Dengan dasar hukum Ijin Usaha No.302/KMK.013/1990, yang diterbitkan oleh Departemen Keuangan Indonesia pada tanggal 3 Maret 1990. Dokumen ini menetapkan PMF sebagai lembaga financing yang bergerak di bidang jasa sewa guna usaha, anjak piutang dan consumer financing; berdasarkan riset dan trend pasar, fokus PMF adalah financing sepeda motor sejak 2004, memudahkan pembelian tiga merek utama yang dijual di Indonesia: Honda, Suzuki & Yamaha.

PMF telah mengikuti trend perkembangan financing konsumen dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya kesadaran dan minat masyarakat kelas menengah akan kemudahan dan kemungkinan membeli langsung barang- barang konsumen. Anda akan melihat dari penjelasan berikutJ bahwa ada potensi lahan bisnis yang kuat untuk berbagai bank dan perusahaan multifinanceJ ini adalah [inilah mengapa] mengapa kami memutuskan untuk bergerak di bidang usaha yang menarik ini.

Industri multifinance di Indonesia telah tumbuh pesat dan berkembang dengan skala luar biasa dalam beberapa tahun terakhir iniJ financing [pembiayaan] sepeda motor adalah potensi bisnis yang cerah, sebuah hasil faktor bisnis yang kokoh,dan itu bisa kita lihat dibawah ini:

Saya ingin memulai dengan membagi para pembaca sekilas gambaran tentang sejarah multifinanceJ serta pasar sepeda motor Indonesia yang praktis dan terus berkembang.

Mari kita fokus pada sejarah dan latar belakang dari sektor bisnis yang relatif baru di Indonesia, untuk menjelaskan arah dan tujuan yang telah kami pilih.

Persetujuan dan kodifikasi dari istilah 'industri multifinance' di Indonesia baru dicapai di tahun 1974.

Pada tahun 1975, perusahaan multifinance pertama di Indonesia mulai beroperasi, dan pada akhir tahun 1970an dan awal 1980an, sektor ini dikenal dalam memudahkan leasing peralatan industri berat, yang ditujukan untuk perusahaan konstruksi yang seringkali tidak dapat melakukan pembelian yang diperlukan.

Pada akhir tahun 1980an, ketika perekonomian Indonesia mulai bangkit, perusahaan financing bergerak ke berbagai lahan baru, termasuk melebarkan sewa guna, anjak piutang, consumer financing [pembiayaan konsumen], modal usaha dan penerbitan kartu kredit. Pada saat itu, berbagai bank swasta mulai melayani tantangan kompetitif, dan melihat ke kredit konsumen sebagai sumber profit; tetapi, hal ini mulai menurun ketika berbagai bank mulai runtuh atau harus ditutup secara paksa oleh pemerintah, setelah krisis moneter tahun 1998.

Mulai dari penyediaan pinjaman untuk peralatan kantor, produsen barang [manufaktur], konstruksi dan pertanian, perusahaan keuangan mulai mencurahkan waktu dan energi yang lebih banyak pada pasar konsumen yang semakin berkembang: jutaan rakyat Indonesia menginginkan barang, perkakas/perabot rumah, elektronik dan sepeda motor -namun banyak yang tidak mampu membelinya secara langsung.

Dari sudut pandang tonggak sejarah ini, terlihat masa depan yang cerah dalam bidang multifinance di Indonesia, dimana 220 juta konsumen adalah sasaran yang atraktif untuk pedagang ecer dan penghasil barang [manufaktur]. Kekurangannya adalah ketidakstabilan perekonomian dan politik, berbagai bentuk resiko, perubahan suku bunga tiba-tiba (dari Bank Indonesia sebagai bank sentral) dan efek negatif dari kompetisi yang datang bersama dengan globalisasi ekonomi Misalnya, antara para pemain multi-nasional, GE Finance telah memperlihatkan minat yang besar dalam perkembangan industri kredit.

Maka dalam sejarah yang lebih dari 30 tahun, industri multifinance telah menempatkan diri sebagai anggota terpandang dalam komunitas bisnis Indonesia, dalam menyediakan layanan penting bagi berbagai perusahaan, keluarga dan perorangan.